Seringkali rumah sakit (pemerintah) memiliki sangat banyak keterbatasan.
Di IGD..
Pasien dengan BPJS berkata, "Dok, kapan saya masuk ruang rawat? Jangan gara-gara saya dengan BPJS jadi ditelantarkan, dong! Nanti saya bilangin ke pak Ahok!"
Pasien umum yang bayar sendiri bilang, "Dok, kapan saya masuk ruang rawat? Saya kan bayar sendiri, kontan. Jangan samakan saya dengan pasien dengan BPJS, dong!"
Lhaa... dokternya bingung. Peran dokter adalah memberikan pelayanan kesehatan, bukan menyediakan ruang rawat. Kenyataannya seperti ini.
Pasien dengan BPJS Kesehatan - PBI (penerima bantuan iuran) otomatis mendapatkan pelayanan kesehatan di kelas 3. Nah, rumah sakit umum daerah saat ini sudah kewalahan menerima pasien BPJS. Semua warga minta dilayani. Sampai akibatnya, ruang perawatan di rumah sakit penuh terisi semua. Kadang-kadang malah di IGD pasien sudah tidak lagi kebagian brankar - tempat tidur pasien. Nah dengan begitu, otomatis pasien-pasien yang masuk IGD menjadi stuck di IGD, tidak bisa masuk ruang perawatan. Stagnan, menunggu ruang rawat ada yang kosong karena pasiennya pulang.
Pasien umum yang bayar sendiri, juga semuanya harus sesuai prosedur. Tidak bisa seenaknya masuk kamar perawatan. Ini rumah sakit bung, bukan hotel. Kalau tidak ada yang memeriksa dan memberikan obat, nanti siapa yang mau merawat? Kalau semua sudah beres, selanjutnya pasien akan mendapatkan status untuk perawatan. Siapa yang membuat buku status ini? Dialah petugas pendaftaran, bukan dokter. Jika sudah dapat pun, harus dirapikan segala administrasinya dahulu baru dibawa ke ruang perawatan. Ini sudah bukan tanggung jawab dokter lagi. Perawat juga harus memperhatikan obat-obatan yang sudah dan belum masuk. Perawat di kamar perawatan juga harus mempersiapkan segala sesuatunya di kamar terlebih dahulu. Pasien mau masuk kamar yang sudah rapi, kan?
Pada intinya, sebenarnya dokter tidak banyak membeda-bedakan pasien BPJS dan tidak. Semua sesuai prosedur. Namun kemudian, pasien BPJS pada umumnya lebih lama stagnan karena fenomena 'kamar-penuh-tapi-saya-mau-di-sini-aja-karena-gratis'.
Tampilkan postingan dengan label hidup dan kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup dan kehidupan. Tampilkan semua postingan
18/03/14
30/07/13
Nikmat yang satu ini
Ada sebuah nikmat yang benar-benar jarang kita syukuri. Bahkan bisa luput dari sadar kita. Mungkin beberapa manusia yang jarang menemukannyalah yang bisa menyadarinya. Ya seperti biasa, baru terasa tidak nikmatnya saat dia tidak ada.
Nikmat waktu luang.
Inilah yang jarang sekali kita syukuri. Waktu luang. Segala sesuatu dengan waktu sempit itu tidak nyaman, tidak nikmat. Bayangkan kalau harus makan dalam waktu yang sempit. Minum dalam waktu sempit. Tidur dan beristirahat dalam waktu sempit. Semuanya serba tergesa-gesa. Memang waktunya jadi lebih efektif dan efisien, tapi apakah nikmat? Orang-orang yang kehilangan pasti akan merindukan waktu luang.
Waktu luang. Alangkah nikmatnya jika makan tidak terburu-buru. Tidur lelap tanpa terpikirkan masalah lain. Minum dengan tenang. Bisa berekreasi dengan hati plong. Alangkah nikmatnya tanpa segala ketergesaan.
Nikmat waktu luang.
Inilah yang jarang sekali kita syukuri. Waktu luang. Segala sesuatu dengan waktu sempit itu tidak nyaman, tidak nikmat. Bayangkan kalau harus makan dalam waktu yang sempit. Minum dalam waktu sempit. Tidur dan beristirahat dalam waktu sempit. Semuanya serba tergesa-gesa. Memang waktunya jadi lebih efektif dan efisien, tapi apakah nikmat? Orang-orang yang kehilangan pasti akan merindukan waktu luang.
Waktu luang. Alangkah nikmatnya jika makan tidak terburu-buru. Tidur lelap tanpa terpikirkan masalah lain. Minum dengan tenang. Bisa berekreasi dengan hati plong. Alangkah nikmatnya tanpa segala ketergesaan.
20/07/13
Level
1. satu. a. alfa.
2. dua. b. beta.
3. tiga. c. gamma.
lalu 4, lalu lima, lalu f, dan seterusnya.
semuanya selalu berjenjang. tak cuma angka, tak cuma huruf.
semuanya punya levelnya.
tidak manis, agak manis, manis, lumayan manis, kemanisan, manis sekali.
jauh sekali, jauh, agak jauh, sedang, lumayan dekat, dekat, dekat sekali.
begitupunkah hidup ini?
usia terus bertambah setiap hari, setiap tahun.
masing-masing aspek ada masing-masing levelnya.
bertambah usia, bertambahkah yang lainnya?
kembali. introspeksi. jangan terpukau angka usia. dewasakah?
bertambahkah level lainnya dalam hidup?
analisis. satu demi satu.
2. dua. b. beta.
3. tiga. c. gamma.
lalu 4, lalu lima, lalu f, dan seterusnya.
semuanya selalu berjenjang. tak cuma angka, tak cuma huruf.
semuanya punya levelnya.
tidak manis, agak manis, manis, lumayan manis, kemanisan, manis sekali.
jauh sekali, jauh, agak jauh, sedang, lumayan dekat, dekat, dekat sekali.
begitupunkah hidup ini?
usia terus bertambah setiap hari, setiap tahun.
masing-masing aspek ada masing-masing levelnya.
bertambah usia, bertambahkah yang lainnya?
kembali. introspeksi. jangan terpukau angka usia. dewasakah?
bertambahkah level lainnya dalam hidup?
analisis. satu demi satu.
11/06/13
Menanggapi cobaan
Al-Baqarah: 286
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
Kalau kita diberikan cobaan, berarti kita mampu melewatinya. Betul?
26/05/13
Orang lain, dunia, dan adaptasi
Menghadapi orang lain itu tidak selamanya mudah. Dan memang, tidak pernah mudah. Orang lain, orang yang bukan keluarga sendiri, orang yang bukan sahabat sendiri.
Orang lain akan selalu hadir dalam hidup setiap manusia. Ya, manusia tidak dapat hidup sendirian, bukan? Orang lain, latar belakang budaya berbeda, latar belakang pendidikan berbeda, posisi berbeda, jabatan berbeda, kepentingan berbeda, dan lain-lainnya yang berbeda.
Hidup sebagai dokter umum, banyak 'orang lain'-nya. Orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Orang lain dalam dunia praktik kedokteran. Paramedis-paramedis lain, pasien, keluarga pasien, teman sejawat dokter umum yang lain, dokter spesialis. Lebih luas lagi, pemerintah, pemegang jabatan struktural.
Eh haduh, jadi melenceng ke mana-mana. Maksud orang lain di sini ya sebenarnya murni orang lain. Orang lain yang berinteraksi dengan kita dalam keseharian, dalam pekerjaan. Di masa-masa sekolah dulu, rasanya orang lain dalam hidup ini hanyalah guru/dosen, teman-teman sekolah/kuliah, sekretariat/tata usaha. Apa saja interaksinya? Tak lain tak bukan, semua urusan pelajaran. Semua urusan ujian. Semua urusan nilai, angka-angka. Semua yang objektif.
Lulus sekolah/kuliah? Selamat datang di dunia kerja. Selamat datang di dunia yang baru. Dunia yang berbedaaaa. Sungguh berbeda. Dulu, tak pernah peduli apa kata orang lain. Dulu, yang penting belajar, belajar, mencapai nilai yang baik. Nilai oh nilai, semuanya serba objektif. Dulu, jika melakukan kesalahan, tak peduli apapun selama lulus dan nilainya bagus.
Sekarang? Selamat datang ke dunia yang sesungguhnya. Dunia yang penuh dengan subjektivitas. Masih punya objektivitas, tapi penuh dengan segala lika-likunya. Penuh dengan segala kleniknya. Menghadapi si ini, menghadapi si itu. Menjadi pribadi yang seperti ini. Menjadi pribadi yang seperti itu. Kadang perlu bermuka tebal. Tapi lebih sulit lagi berhati tebal. Kemungkinan sakit hati akan lebih banyak muncul di dunia yang sesungguhnya ini. Dunia yang akan terus dihadapi sampai tua nanti.
Huff, adaptasi tidaklah pernah mudah. Semoga proses ini berlangsung cepat. Aamiin.
Orang lain akan selalu hadir dalam hidup setiap manusia. Ya, manusia tidak dapat hidup sendirian, bukan? Orang lain, latar belakang budaya berbeda, latar belakang pendidikan berbeda, posisi berbeda, jabatan berbeda, kepentingan berbeda, dan lain-lainnya yang berbeda.
Hidup sebagai dokter umum, banyak 'orang lain'-nya. Orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Orang lain dalam dunia praktik kedokteran. Paramedis-paramedis lain, pasien, keluarga pasien, teman sejawat dokter umum yang lain, dokter spesialis. Lebih luas lagi, pemerintah, pemegang jabatan struktural.
Eh haduh, jadi melenceng ke mana-mana. Maksud orang lain di sini ya sebenarnya murni orang lain. Orang lain yang berinteraksi dengan kita dalam keseharian, dalam pekerjaan. Di masa-masa sekolah dulu, rasanya orang lain dalam hidup ini hanyalah guru/dosen, teman-teman sekolah/kuliah, sekretariat/tata usaha. Apa saja interaksinya? Tak lain tak bukan, semua urusan pelajaran. Semua urusan ujian. Semua urusan nilai, angka-angka. Semua yang objektif.
Lulus sekolah/kuliah? Selamat datang di dunia kerja. Selamat datang di dunia yang baru. Dunia yang berbedaaaa. Sungguh berbeda. Dulu, tak pernah peduli apa kata orang lain. Dulu, yang penting belajar, belajar, mencapai nilai yang baik. Nilai oh nilai, semuanya serba objektif. Dulu, jika melakukan kesalahan, tak peduli apapun selama lulus dan nilainya bagus.
Sekarang? Selamat datang ke dunia yang sesungguhnya. Dunia yang penuh dengan subjektivitas. Masih punya objektivitas, tapi penuh dengan segala lika-likunya. Penuh dengan segala kleniknya. Menghadapi si ini, menghadapi si itu. Menjadi pribadi yang seperti ini. Menjadi pribadi yang seperti itu. Kadang perlu bermuka tebal. Tapi lebih sulit lagi berhati tebal. Kemungkinan sakit hati akan lebih banyak muncul di dunia yang sesungguhnya ini. Dunia yang akan terus dihadapi sampai tua nanti.
Huff, adaptasi tidaklah pernah mudah. Semoga proses ini berlangsung cepat. Aamiin.
05/05/13
Kelapangan
Fainna ma'al 'usri yusraa. Innama'al 'usri yusraa.
Surat ini benar-benar harus dipegang teguh. Kesulitan selalu datang silih berganti. Tak ada satupun cara untuk tetap berjuang, selain dengan keyakinan bahwa akan datang kemudahan setelahnya. Itulah janji Allah di surat ini. Berjuang, jangan pernah putus asa. Akan datang kelapangan dari Allah.
Surat Al-Insyirah (Kelapangan)
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
In the Name of Allah, the Gracious, the Merciful
1. Alam nasyrah laka shadrak
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
Have We not opened your breast for you?
2. Wa wadha'naa 'anka wizrak
dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu
and removed from you your burden
3. Alladzii 'anqadha zhahrak
yang memberatkan punggungmu?
which weighed down your back?
4. Wa rafa'naa laka zhikrak
dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu?
and raised high your fame?
5. Fainna ma'al 'usri yusraa
Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan
So verily, with the hardship, there is relief
6. Inna ma'al 'usri yusraa
Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan
Verily, with the hardship, there is relief
7. Fa idzaa faraghta fanshab
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain
So when you have finished (from your occupation), then stand up for Allahs worship
8. Wa ilaa rabbika farghab
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
and to your Lord Alone turn your invocations
Maka berjuanglah, berikhtiarlah, sambil pasrahkan semuanya kepada Allah semata. Ikhlaskan, niscaya Allah akan membalasnya.
Surat ini benar-benar harus dipegang teguh. Kesulitan selalu datang silih berganti. Tak ada satupun cara untuk tetap berjuang, selain dengan keyakinan bahwa akan datang kemudahan setelahnya. Itulah janji Allah di surat ini. Berjuang, jangan pernah putus asa. Akan datang kelapangan dari Allah.
Surat Al-Insyirah (Kelapangan)
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
In the Name of Allah, the Gracious, the Merciful
1. Alam nasyrah laka shadrak
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
Have We not opened your breast for you?
2. Wa wadha'naa 'anka wizrak
dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu
and removed from you your burden
3. Alladzii 'anqadha zhahrak
yang memberatkan punggungmu?
which weighed down your back?
4. Wa rafa'naa laka zhikrak
dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu?
and raised high your fame?
5. Fainna ma'al 'usri yusraa
Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan
So verily, with the hardship, there is relief
6. Inna ma'al 'usri yusraa
Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan
Verily, with the hardship, there is relief
7. Fa idzaa faraghta fanshab
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain
So when you have finished (from your occupation), then stand up for Allahs worship
8. Wa ilaa rabbika farghab
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
and to your Lord Alone turn your invocations
Maka berjuanglah, berikhtiarlah, sambil pasrahkan semuanya kepada Allah semata. Ikhlaskan, niscaya Allah akan membalasnya.
17/03/13
Tenaga kesehatan terpojok?
Akhir-akhir ini dunia kesehatan sedang banyak 'diserang'. Pasien 'ditolak' rumah sakit, pasien meninggal, perlakuan yang katanya berbeda antara pasien dengan KJS dan pasien dengan pembayaran umum, dan lain-lain sebagainya.
Sebagai tenaga kesehatan, tentu kami tidak bisa menerima begitu saja. Memangnya rumah sakit mana yang menolak pasien? Pernahkah media melihat dari sudut pandang rumah sakit dan tenaga kesehatan? Apakah media pernah membesar-besarkan berita bahwa sejak berlaku KJS, pasien rumah sakit bisa berlipat-lipat banyaknya?
Sebagai tenaga kesehatan, tentu kami tidak bisa menerima begitu saja. Memangnya rumah sakit mana yang menolak pasien? Pernahkah media melihat dari sudut pandang rumah sakit dan tenaga kesehatan? Apakah media pernah membesar-besarkan berita bahwa sejak berlaku KJS, pasien rumah sakit bisa berlipat-lipat banyaknya?
29/12/12
Tidak perlu iri hati
Memang kenapa kita iri? Karena orang lain punya kelebihan? Karena kita punya masalah, sedangkan orang lain tidak?
27/12/12
Anda sedang stress?
Saya iya, kemarin. Eh, sekarang masih sedikit.
Lho, kenapa mendadak bisa berkurang?
Lho, kenapa mendadak bisa berkurang?
22/12/12
Seandainya hidup cuma sendiri...
Seandainya hidup cuma sendiri, kita nggak perlu memikirkan apa yang orang pikirkan terhadap kita.
14/12/12
Pintu ke mana saja
Sering ya, kita mengeluh capek dalam hal transportasi? Apalagi buat kita yang tinggal di Jakarta, capek banget rasanya 'tinggal' di jalan. Dalam sehari, kira-kira waktu di jalan bisa sampai seperenam sampai seperempat hari, 4-6 jam sehari. Tua di jalan banget, kan.
10/12/12
Fase hidup
Hidup selalu terdiri dari fase-fase. Fase prasekolah, fase sekolah, fase kuliah, fase kerja. Fase anak-anak, fase remaja, fase dewasa. Fase menjadi anak, fase menikah, fase punya anak, fase punya cucu. Hidup selalu bergulir melalui fase-fase itu.
23/10/12
Akal, itu karunia
Suatu ketika, saat saya bertugas jaga di balai pengobatan di puskesmas, seorang pemuda datang untuk meminta dibuatkan surat keterangan sehat. Pengukuran tekanan darah dan penimbangan berat badan sudah dilakukan dan didapatkan hasilnya. Begitu saya mau melakukan pengukuran tinggi badan, saya kewalahan.
20/10/12
Ayo bersyukur
Kapan terakhir kali kita
mengucap “alhamdulillah”? Ayo ingat-ingat.. hmm..mungkin tadi pagi, setelah
kekenyangan makan? Mungkin Anda terakhir mengucapnya setelah mendapatkan suatu
pencapaian besar, seperti lulus kuliah, mendapatkan promosi di tempat kerja,
dan mendapatkan hadiah besar hasil undian? Atau mungkin.. mungkin Anda sudah
lupa kapan terakhir mengucap “alhamdulillah”? Gawat juga
11/10/12
Kesempatan
Yang muda, yang bersemangat
Yang muda, punya banyak kesempatan
Selagi muda, selagi banyak kesempatan, berbuatlah banyak-banyak. Tapi tentu yang baik-baik dan tidak merugikan orang lain. Insya Allah apa yang kita lakukan memberikan manfaat.
Yang muda, punya banyak kesempatan
Selagi muda, selagi banyak kesempatan, berbuatlah banyak-banyak. Tapi tentu yang baik-baik dan tidak merugikan orang lain. Insya Allah apa yang kita lakukan memberikan manfaat.
06/10/12
11/09/12
Canda, ucapan, janji, dan komitmen
Saya bisa kok, bercanda. Kadang malah teman saya tertawa terbahak-bahak kalau saya lagi ngelawak. Hmm.. yaaa kadang memang jayus juga sih :p
Kadang, kalau bertemu dengan orang baru, saya merasa canggung. Canggung bagaimana harus bersikap, canggung bagaimana harus membawakan diri saya. Hmm..istilahnya memang 'just be yourself'. Tapi kenyataannya ternyata tak semudah itu.
Kadang, kalau bertemu dengan orang baru, saya merasa canggung. Canggung bagaimana harus bersikap, canggung bagaimana harus membawakan diri saya. Hmm..istilahnya memang 'just be yourself'. Tapi kenyataannya ternyata tak semudah itu.
04/08/12
Penyesalan akibat lupa qunut
Ini bukan kisah tentang saya. Ini cerita tentang orang lain, yang kebetulan saya tersentuh melihatnya.
Bulan Ramadhan ini, di tahun 2012, saya sedang tinggal di Cirebon. Ternyata shalat tarawih di sini punya tradisi khusus, yaitu digunakannya doa qunut di shalat witir yang satu rakaat, di malam ke-16 sampai 30. Tradisi ini diumumkan oleh imam pada malam ke-15, maksudnya supaya jamaah yang bukan berasal dari Cirebon (seperti saya dan teman2) bisa memaklumi dan mengikuti prosesi shalat tarawih+witir dengan baik.01/07/12
"Ah, tidak apa-apa"
Foto-foto itu diambil di beberapa tempat di Indonesia. Kenapa ya bisa seperti ini?
21/05/12
Pelajaran dari Sepiring Nasi
Minnie, Daisy, dan Olive sedang makan siang bersama. Setelah
ketiganya selesai menghabiskan makanan masing-masing, muncul percakapan berikut ini.
Langganan:
Postingan (Atom)

