22/06/13

Ngomong ape sih gue

Selamat ulang taon ye, Jakarte. Dua rebu tiga belas 'ni  umurnye nyampe empat lapan enem ye. Pegimane sih ni kabarnye Jakarte kite? Masih dengan segale permasalahan yang ga abis-abis ni.

Aye orang betawi separo ni, kebetulan. Di keluarga aye sehari-hari rasanye sih pake bahasa Indonesia aje. Tapi ternyata pas aye pake tuh bahasa ke dunia di luar keluarga, ternyate banyak juga kata yang kagak dipahamin ame orang laen. Ni die contonye.

Ngablak

Bengkek

Rungsing

Bahang

Dengdet

Ape lagi ye? Kok perasaan kemaren-kemaren banyak. Kalo aye ngomong, orang-orang pade bengong kagak paham yang aye maksud. Ntar kalo aye kepikiran lagi deh, aye update ni kata-katanye.

Eh ngomong-ngomong, nyang baca ni blog paham kagak ye arti kata-kata ntu? =D

11/06/13

Menanggapi cobaan

 

Al-Baqarah: 286

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." 

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."

Kalau kita diberikan cobaan, berarti kita mampu melewatinya. Betul?

26/05/13

Orang lain, dunia, dan adaptasi

Menghadapi orang lain itu tidak selamanya mudah. Dan memang, tidak pernah mudah. Orang lain, orang yang bukan keluarga sendiri, orang yang bukan sahabat sendiri.
Orang lain akan selalu hadir dalam hidup setiap manusia. Ya, manusia tidak dapat hidup sendirian, bukan? Orang lain, latar belakang budaya berbeda, latar belakang pendidikan berbeda, posisi berbeda, jabatan berbeda, kepentingan berbeda, dan lain-lainnya yang berbeda.
Hidup sebagai dokter umum, banyak 'orang lain'-nya. Orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Orang lain dalam dunia praktik kedokteran. Paramedis-paramedis lain, pasien, keluarga pasien, teman sejawat dokter umum yang lain, dokter spesialis. Lebih luas lagi, pemerintah, pemegang jabatan struktural.
Eh haduh, jadi melenceng ke mana-mana. Maksud orang lain di sini ya sebenarnya murni orang lain. Orang lain yang berinteraksi dengan kita dalam keseharian, dalam pekerjaan. Di masa-masa sekolah dulu, rasanya orang lain dalam hidup ini hanyalah guru/dosen, teman-teman sekolah/kuliah, sekretariat/tata usaha. Apa saja interaksinya? Tak lain tak bukan, semua urusan pelajaran. Semua urusan ujian. Semua urusan nilai, angka-angka. Semua yang objektif.
Lulus sekolah/kuliah? Selamat datang di dunia kerja.  Selamat datang di dunia yang baru. Dunia yang berbedaaaa. Sungguh berbeda. Dulu, tak pernah peduli apa kata orang lain. Dulu, yang penting belajar, belajar, mencapai nilai yang baik. Nilai oh nilai, semuanya serba objektif. Dulu, jika melakukan kesalahan, tak peduli apapun selama lulus dan nilainya bagus.
Sekarang? Selamat datang ke dunia yang sesungguhnya. Dunia yang penuh dengan subjektivitas. Masih punya objektivitas, tapi penuh dengan segala lika-likunya. Penuh dengan segala kleniknya. Menghadapi si ini, menghadapi si itu. Menjadi pribadi yang seperti ini. Menjadi pribadi yang seperti itu. Kadang perlu bermuka tebal. Tapi lebih sulit lagi berhati tebal. Kemungkinan sakit hati akan lebih banyak muncul di dunia yang sesungguhnya ini. Dunia yang akan terus dihadapi sampai tua nanti.
Huff, adaptasi tidaklah pernah mudah. Semoga proses ini berlangsung cepat. Aamiin.

05/05/13

Kelapangan

Fainna ma'al 'usri yusraa. Innama'al 'usri yusraa.
Surat ini benar-benar harus dipegang teguh. Kesulitan selalu datang silih berganti. Tak ada satupun cara untuk tetap berjuang, selain dengan keyakinan bahwa akan datang kemudahan setelahnya. Itulah janji Allah di surat ini. Berjuang, jangan pernah putus asa. Akan datang kelapangan dari Allah.

Surat Al-Insyirah (Kelapangan)
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
In the Name of Allah, the Gracious, the Merciful

1. Alam nasyrah laka shadrak
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
Have We not opened your breast for you?

2. Wa wadha'naa 'anka wizrak
dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu
and removed from you your burden 

3. Alladzii 'anqadha zhahrak
yang memberatkan punggungmu?
which weighed down your back?

4. Wa rafa'naa laka zhikrak
dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu?
and raised high your fame?

5. Fainna ma'al 'usri yusraa
Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan
So verily, with the hardship, there is relief

6. Inna ma'al 'usri yusraa
Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan
Verily, with the hardship, there is relief

7. Fa idzaa faraghta fanshab
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain
So when you have finished (from your occupation), then stand up for Allahs worship

8. Wa ilaa rabbika farghab
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
and to your Lord Alone turn your invocations


Maka berjuanglah, berikhtiarlah, sambil pasrahkan semuanya kepada Allah semata. Ikhlaskan, niscaya Allah akan membalasnya.

18/04/13

Rasa

Rasa ini, rasa itu.
Rasa senang. Rasa bahagia. Rasa sayang.
Rasa sedih. Rasa kecewa.
Rasa gugup. Rasa khawatir. Rasa cemas.
Rasa kesal. Rasa marah.

Siapa tak pernah merasa?
Rasa, karunia-Nya kepada manusia.
Rasa, warna-warni kehidupan.
Rasa.

Tanpa rasa, semua hambar.
Tanpa rasa, semua jadi monoton.
Ini lagi, itu lagi.
Hampa. Jenuh. Bosan.

Hey, bukankah itu rasa jua?


Jakarta, 18 April 2013

31/03/13

Pilih goreng atau rebus...

Suatu pagi, saat belanja di tukang sayur keliling..

Ibu-ibu (I): Ada pisang, mbak?
Tukang sayur (T): Ada. Ini, masih mengkal.
I: Wah iya nih, enak buat digoreng.
T: Kalau masih mengkal begini direbus juga enak lho bu. Kalau udah lembek kan nggak enak lagi direbus.
I: Ah, tapi buat saya enakan digoreng aja deh.
Saya, tiba-tiba nyeletuk: Tapi kalo digoreng, ntar kolesterolnya naik, bu.
I & T: Waah, susah punya tetangga dokter.
 

Designed by Simply Fabulous Blogger Templates \ Provided By Free Website Templates | Freethemes4all.com

Free Website templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates